4 Karakter Pemimpin Rasulullah yang Wajib Ditiru

Abi dan Ummi, keluarga adalah segmen kehidupan yang memiliki karakter pemimpin di dalamnya. Keluarga yang harmonis adalah dambaan setiap insan.
Siapakah yang menjadi panutan bagi istri dan anak Anda di rumah? Jawabannya tentu Abi. Di dalam keluarga, tentu Abi memiliki peranan penting untuk memimpin perahu kehidupan keluarga. Wahai Ummi yang salihah, perkuatlah dukunganmu untuk saling menjaga dan mengingatkan. Abi dan Ummi pasti mampu untuk sama-sama berjuang agar terlepas dari jeratan siksa api neraka dan berharap dapat berkumpul bersama di surga.

karakter pemimpin
karakter pemimpin yang dapat ditiru

Bersama-sama menuju surga-Nya adalah tujuan akhir dari kehidupan yang fana ini. Namun, apakah sudah pantas disebut sebagai pemimpin atau malah menjerumuskan keluarga kita? Orang tua adalah jembatan untuk menuju janah. Orang tua adalah contoh bagi anak-anaknya. Jika karakter orang tuanya baik, insya Allah akan menurun kepada karakter anaknya. Oleh karena itu, mari kita simak tip dan trik sebagai karakter pemimpin.
Siapakah yang paling cocok dicontoh sebagai karakter pemimpin? Jawabannya adalah Nabi Muhammad karena tidak ada yang dapat menandingi akhlak mulia Rasulullah saw.. Beliau memiliki akhlak dan sifat mulia yang jika kita pelajari, dapat menjadi kunci sukses untuk melewati lika-liku kehidupan. Di zaman sekarang, terasa asing jika kita mengamalkan yang diajarkan Rasulullah saw.. Namun, banggalah, bangga menjadi yang berbeda dari biasanya. Bangga karena berusaha untuk menjadi umat Nabi dan berusaha mencapai kebahagiaan dunia akhirat.

leader
Leader

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah,” (Q.S. Al Ahzab: 21).
Nabi memiliki sifat dan karakter, seperti  sidik, amanah, fatanah, dan tablig. Abi dan Ummi siap melanjutkan karakter pemimpin ini? Ini akan terasa sangat sulit untuk dilakukan jika tidak memiliki tekad dan niat yang bulat.

1.    Sidik

Sidik berarti benar. Benar dalam perkataan maupun perbuatan. Abi, mampukah engkau selalu berkata benar terhadap istri dan anakmu atau kepada siapa pun? Bahkan, sanggupkah Abi berlaku benar terhadap hubungan dengan Allah.
Kadang-kadang kita terlalu banyak berkata-kata tanpa hasil yang sejalan. Banyak kata yang dilontarkan, bahkan kadang-kadang berbohong hanya untuk mendapat pujian saja. Sadarkah kita bahwa kita hanya manusia yang lemah? Oleh karena itu, perbanyak zikir dan menyebut nama Allah.

Sidiq
Berkata dan berlaku benar

Tip 1: Selalu berkata dan berlaku benar, minimal terapkan setiap 10 menit saja. Setelah itu, ulangi lagi di 10 menit selanjutnya. Lakukan 10 menit bersikap sidik secara terus-menerus pada menit-menit selanjutnya.
Tip 2: Hindari berkata dan berlaku bohong atau mengatakan yang tidak sejalan dengan perbuatan. JikaAbi dan Ummi sadar yang dilakukan tersebut menyimpang, silakan catat kesalahan itu. Hal ini bertujuan untuk melatih otak agar tersinkronisasi dengan hati. Selain itu, Abi dan Ummi akanmendapat keuntungan lain dari mencatat kesalahan ini, yaitu terhindar dari bahaya pikun. Di lain waktu, ketika Abi dan Ummi membuka catatan kesalahan itu, Abi dan Ummi akan tertawa dan berlatih untuk tidak mengulanginya lagi.

2.    Amanah

Amanah memiliki arti benar-benar dapat dipercaya. Abi dan Ummi, masih ingatkah mengapa Rasulullah dijuluki gelar ‘AlAmin’? Nabi Muhammad berhak mendapatkan gelar mulia itu karena beliau selalu mengerjakan dengan sebaik-baiknya jika ada urusan yang menjadi tanggung jawabnya. Setiap kata yang diucapkan Nabi Muhammad adalah kejujuran. Belajar dari sifat Nabi tidak semudah teori yang ada. Di zaman sekarang, nilai amanah semakin luntur. Banyak sekali kasus korupsi di tempat bekerja atau tempat lain. Karakter pemimpin saat ini banyak yang dianggap tak layak, tetapi haus akan jabatan membuat orang tak peduli untuk saling sikut.
Tip: Biasakan membuat catatan aktivitas dan buat prioritasnya. Dengan menentukan skala prioritas, Abi dan Ummi dapat meminimalisasi risiko tidak amanah. 

3.    Tablig

Sifat Nabi selanjutnya adalah tablig yang berarti menyampaikan. Sebagai umat muslim, kita memiliki kewajiban untuk menyampaikan kebenaran, meskipun pahit. Sering terdengar kata, “Sampaikanlah, meski hanya satu ayat.”
“Supaya Dia mengetahui bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi yang ada pada mereka dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu,” (Q.S. Al Jin: 28).
Karakter pemimpin yang mencontoh sifat Nabi bukanlah sesuatu yang tidak mungkin kita capai. Wahai Abi dan Ummi, mulailah dari diri sendiri karena dalam suatu keluarga pasti ada selisih paham. Jika Abi atau Ummi mengalami hal ini, utarakanlah hal ini. Bersikaplah saling terbuka.
Tip: Berusaha untuk menyampaikan sesuatu yang benar, harus disertai dengan hati yang lapang. Cenderung, orang tidak mau menerima kritik atau masukan yang pahit. Lakukan secara perlahan, pahami karakter orang lain dan berpikiran terbuka.

4.    Fatanah

Fatanah berarti cerdas. Nabi Muhammad adalah suri teladan yang luar biasa cerdas. Nabi mampu menerima dan menyampaikan 6.236 ayat Alquran, kemudian menjelaskan dalam puluhan ribu hadis. Cerdas bukan berarti sesuatu yang harus sempurna di bidang akademik saja, melainkan juga berpikir terbuka dan berbeda. Artinya, kita harus aktif dan memandang sesuatu dari segi kebaikan.


fathanah
cerdas dan berfikir berbeda

Tip: Banyak belajar. Sesibuk apa pun Abi dan Ummi berusahalah untuk senantiasa belajar. Sifat Nabi patut ditiru untuk membentuk karakter pemimpin yang ideal.
Abi dan Ummi tercinta, renungkan dan pelajarilah 4 sifat Nabi tersebut. Berusahalah sekuat tenaga serta tingkatkan iman dan ketakwaan kita sebagai hamba untuk melewati proses sebagai karakter pemimpin yang baik. Bukankah kita ingin memiliki generasi penerus yang mencintai Islam? Selain itu, bukankah kita menginginkan anak yang saleh dan salihah yang menjadi jembatan untuk mencapai surga-Nya?

kepribadian pemimpin tidak datang begitu saja
kepribadian pemimpin tidak datang begitu saja

Karakter pemimpin yang ideal tidaklah datang begitu saja. Pemimpin tidak hanya memerintahkan, tetapi juga bergerak dan mencontohkan.

memberi contoh
Memberi contoh

Semua membutuhkan proses dan usaha yang kuat serta hati yang bersih. Tanyakan kembali kepada hati nurani kita, “Bagaimana kondisi hati kita?”
Abu Hurairah r.a. berkata, “Hati adalah raja, sedangkan anggota tubuh adalah tentara. Jika raja itu baik, niscaya baik pula tentaranya. Jika raja itu buruk, buruk pula tentaranya”. Hati yang lapang insya Allah akan mudah menjalani semuanya. Hati yang berusaha selalu berzikir dan hati yang haus akan kasih sayang dan rahmat Allah.

berfikir dengan tenang
Berfikir dengan tenang

Hati adalah segumpal darah yang harus kita jaga karena hati yang senantiasa berzikir mengingat Allah akan senantiasa menjadikan hati kita dekat pada-Nya. Alangkah indah hidup seorang mukmin yang penuh takwa. Saat ia diuji, hatinya meyakini bahwa apa pun ujian yang dilewati adalah bukti cinta Allah terhadap hamba-Nya. Karakter pemimpin harus dilatih dan ditempa. Hati yang kokoh dan iman yang tangguh serta senyuman yang tulus akan terasa sangat nikmat.
Bagaimana, Abi dan Ummi, sudah siapkah untuk meniru sifat Nabi? Semoga dapat berpacu dengan waktu karena hidup di dunia ini hanya sementara dan sangat sebentar. Janganlah terlena oleh gemerlap indahnya dunia karena sesungguhnya keindahan yang hakiki adalah surga-Nya Allah.

sumber artikel : http://abiummi.com/4-karakter-pemimpin-rasulullah-yang-wajib-ditiru/

You Might Also Like

0 komentar